Riset ini memetakan tingkat kesiapan perusahaan media anggota AMSI dalam mengadopsi AI melalui kerangka AI Readiness Index (AIRI). Temuannya menunjukkan, kesiapan adopsi AI sangat beragam dan berkorelasi dengan skala perusahaan. Perusahaan media besar relatif lebih siap, sementara perusahaan media kecil dan menengah lebih memerlukan dukungan mendasar dalam bentuk literasi, pelatihan, tata kelola, infrastruktur, dan pendampingan teknis.
Temuan survei AIRI yang melibatkan 262 perusahaan media anggota AMSI tersebut diperkaya dengan FGD dan wawancara. Tujuannya adalah memberikan konteks terkait pemanfaatan AI oleh perusahaan media dan tantangan yang mereka hadapi.
Seluruh perusahaan media yang terlibat dalam riset ini mendapatkan banyak manfaat dari kehadiran alat-alat AI, terutama Generative AI, yang membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Namun, mereka mengalami tantangan serius seiring semakin banyaknya audiens yang menggunakan platform Generative AI dalam mencari informasi.
Tantangan pertama, kunjungan audiens ke website media terus menurun akibat meluasnya penggunaan AI oleh audiens. Ketika kunjungan menurun, pendapatan dari iklan programmatic juga turun, yang membuat perusahaan semakin mengalami kesulitan finansial.
Tantangan kedua, pengambilan konten website media oleh crawler platform AI tanpa adanya kompensasi finansial bagi media yang memproduksinya.
Riset ini menghasilkan dua rekomendasi utama. Pertama, penguatan internal perusahaan media mencakup penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, hingga dukungan perangkat lunak maupun keras. Topiknya pun beragam, mulai dari kapasitas teknis pemanfaatan alat Gen AI, etika dan mitigasi risiko, pengelolaan data, perlindungan konten dari crawler AI, hingga eksplorasi bisnis dan kolaborasi antar perusahaan media. Penguatan kapasitas ini perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan media yang bersangkutan.
Kedua, rekomendasi ke arah eksternal, yaitu terkait hubungan perusahaan media dengan platform AI. Di sini perlu ada strategi negosiasi kolektif dengan platform AI. Dalam melakukan negosiasi ini, posisi tawar perusahaan media akan lebih kuat jika ada payung hukum sebagai pondasinya, yaitu revisi Undang-Undang Hak Cipta yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR RI.
Laporan risetnya bisa dibaca di sini.