Perlindungan Data Pribadi

Menurut Kementerian Kesehatan, sertifikat vaksin Presiden Jokowi yang tersebar luas bukanlah kasus kebocoran data aplikasi PeduliLindungi. Tapi karena seseorang mengunduh sertifikat vaksin presiden dengan menggunakan data NIK dan tanggal vaksin Pak Jokowi. Ini adalah kasus penyalahgunaan data pribadi orang lain. Jika begitu, memang betul, masalahnya adalah problem panjang NIK. NIK seharusnya dilindungi, tidak tertulis diContinue reading “Perlindungan Data Pribadi”

Memperingati 17 Tahun Meninggalnya Munir Said Thalib

Hari ini 17 tahun lalu, Munir meninggal karena diracun dalam penerbangan panjang Jakarta-Singapura-Amsterdam. Untuk memperingatinya, saya diwawancara oleh bos percetakan yang waktunya longgar terus jadi YouTuber Muklisina Lahudin, tentang buku yang dulu saya tulis, tentang misteri pembunuhan yang begitu kompleks pada 7 September 2004. Nothing big, it’s just meant to honor the late Munir ThalibContinue reading “Memperingati 17 Tahun Meninggalnya Munir Said Thalib”

Tiga Manfaat Penting UU Perlindungan Data Pribadi bagi Warganet

oleh: Engelbertus Wendratama (Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation Indonesia pada 7 Mei 2021) Jika gagal mengesahkan UU Perlindungan Data Pribadi secara memadai, Indonesia bisa dianggap tidak serius oleh pemerintah luar negeri maupun raksasa teknologi global. Mereka bisa menyepelekan kedaulatan data kita. Tujuan utama UU PDP adalah melindungi hak warga terkait data pribadi mereka supayaContinue reading “Tiga Manfaat Penting UU Perlindungan Data Pribadi bagi Warganet”

Bukan Hanya Pandemi Corona, Tapi Juga “Infodemi” di WhatsApp

oleh: Engelbertus Wendratama (Artikel ini terbit di The Conversation Indonesia pada 3 April 2020) Pada masa pandemi ini, WhatsApp menjadi saluran terpopuler warga dalam menerima “infodemi” Covid-19. Jika ingin meningkatkan kualitas informasi yang diterima warga, pemerintah perlu meningkatkan mutu dan pasokan informasinya melalui WhatsApp. Awal Februari, Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) menyatakan wabah COVID-19 juga menyebabkan “infodemi” (infodemic).Continue reading “Bukan Hanya Pandemi Corona, Tapi Juga “Infodemi” di WhatsApp”

Modul Pendidikan Jurnalisme dan Disinformasi

Penerjemah versi Bahasa Indonesia: Engelbertus Wendratama

Editor versi Bahasa Indonesia: Kuskridho Ambardi, Novi Kurnia, Rahayu, Zainuddin Muda Z. Monggilo.

UNESCO Kantor Jakarta bekerjasama dengan Departemen Ilmu Komunikasi UGM menerbitkan versi bahasa Indonesia dari modul yang berjudul asli Journalism, ‘Fake News’ & Disinformation.